subhannaallah wabihamdih

subhannaallah wabihamdih

membahas tentang agama islam.sunah rosulullah s.a.w, hidup & kehidupan
 
IndeksportalCalendarFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
bismillahirohmanirohim
--


border="0"


border="0"


border="0"

like/ twitter/+1
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» الشيخ محمد العريفي - ضع بصمتك في الخمور 1 - 7
Mon Dec 12, 2011 12:55 pm by indofal

» ceramah syeh afeefuddin
Thu Dec 08, 2011 11:57 am by indofal

» wafat gusdur mantan presiden RI
Mon Dec 05, 2011 11:00 am by indofal

» kumpulan bayi-bayi lucu
Mon Dec 05, 2011 10:53 am by indofal

» Islam sebagai Landasan Politik Melayu
Wed Nov 30, 2011 1:56 pm by indofal

» Lumpur Lapindo dan Dongeng Timun Emas
Wed Nov 30, 2011 1:51 pm by indofal

» Dahsyatnya Pengaruh Dongeng
Wed Nov 30, 2011 1:48 pm by indofal

» Bau Nyale, Teladan Berkorban Pemimpin
Wed Nov 30, 2011 1:45 pm by indofal

» Sumbangan Bahasa Melayu Riau Kepada Bahasa Indonesia
Wed Nov 30, 2011 1:41 pm by indofal

Top posters
indofal
 
barkah
 
Mujahid R. Faezan
 
lestarie
 
NurFirman
 
reva_rn
 

Share | 
 

 Racun-racun Hati : Racun Perut

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
indofal
Admin


Jumlah posting : 221
field name : 0
Join date : 25.12.10
Age : 42
Lokasi : http://id.netlog.com/indofal

PostSubyek: Racun-racun Hati : Racun Perut   Sun Jan 16, 2011 12:21 pm

Assalamu alaikum warahmatullah wabarokatuh



Ditulis oleh Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Setelah racun lisan dan racun mata, yang juga sangat berbahaya bagi kesehatan hati kita adalah racun perut. Seperti apakah racun perut itu?

Racun perut adalah racun yang datang dari makanan atau minuman yang kita masukkan kedalam perut kita. Namun pengertian racun disini bukanlah sebagaimana yang biasa kita pahami. Racun perut yang dimaksud disini meliputi dua hal.

Pertama, segala jenis makanan yang haram. Meskipun sedikit, makanan yang haram akan meracuni hati kita. Makanan yang haram bisa dibedakan menjadi dua. Yang pertama, makanan yang secara dzatnya memang sudah haram, seperti daging babi, bangkai, darah, minuman keras, dan sebagainya. Yang kedua, makanan yang haram karena didapatkan dengan cara yang haram seperti mencuri, merampok, menipu, dan sebagainya. Semua jenis makanan yang haram ini akan menyebabkan hati kita menjadi keras. Jangankan makanan yang haram, makanan yang syubhat (yang masih belum jelas kehalalannya) pun bisa mengurangi kekhusyukan dan kenikmatan seseorang dalam beribadah.

Adapun racun perut yang kedua adalah makanan-makanan yang dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, meskipun makanan tersebut halal. Imam Ahmad dan Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits dari Al-Miqdan bin Ma’ad Yakrib bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Tidak ada ‘bejana’ anak cucu Adam yang lebih berbahaya daripada perut mereka (yakni ketika biasa diisi dengan makanan secara berlebihan). Cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan makanan yang bisa mengokohkan otot-otot dan persendiannya. Jika tidak bisa demikian, hendaknya ia mengisi sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga lagi untuk minuman, dan sepertiga yang lainnya untuk nafasnya.”

Kedua jenis racun perut diatas bisa mengakibatkan berbagai dampak buruk pada diri seseorang, antara lain: 1) membuat orang tersebut gampang berbuat maksiat, 2) membuat orang tersebut berat dan malas untuk beribadah dan melakukan ketaatan kepada Allah, 3) mengeraskan hati, 4) melemahkan pemahaman dan kecerdasan, 5) menguatkan nafsu seksual, dan 6) menggelorakan emosi. Dari sini tampak jelas betapa racun perut benar-benar berbahaya bagi kualitas ruhani seorang manusia. Dan ini tentunya bisa kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri. Betapa banyak orang melakukan kemaksiatan seperti mencuri, korupsi, merampok, menipu dan sebagainya, hanya karena ingin memenuhi hasrat perutnya. Betapa banyak pula orang menjadi malas beribadah dan luntur komitmennya pada agama karena ia terbiasa memuaskan hasrat perutnya tanpa kenal batas.

Apakah kita tidak tahu bahwa syetan akan bisa menggoda dan memperdaya kita dengan mudah tatkala kita tidak bisa mengendalikan perut kita? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya syetan menggoda manusia melalui jalan peredaran darahnya. Oleh karena itu, persempitlah pergerakan syetan dengan banyak berpuasa (karena puasa bisa mempersempit jalan peredaran darah).” (Hadits Muttafaq ‘Alaih dari Ummul Mu’minin Shafiyyah radhiyallahu ‘anha)

Tidak hanya membahayakan kesehatan hati dan ruhani kita, mengkonsumsi makanan yang haram juga membahayakan kesehatan jasmani kita, karena tidaklah Allah mengharamkan suatu makanan kecuali pasti ada banyak madharat didalamnya. Demikian pula berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan juga berbahaya bagi kesehatan jasmani kita. Tidak sedikit bukan berbagai macam penyakit fisik yang timbul karena kelebihan gula, kelebihan kolesterol lemak dan kelebihan zat-zat makanan yang lainnya?

Karena itu wahai saudaraku, marilah kita semua berusaha untuk mengendalikan perut kita. Karena jika tidak, hal ini akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin menghancurkan agama dan umat ini. Lihatlah, betapa negeri kita sudah diserbu oleh berbagai makanan ala fast food dan yang semacamnya, yang seolah-olah siap mengenyangkan perut kita dan memuaskan lidah kita. Kalau kita sudah terlena dengan semua makanan lezat tersebut maka kita tidak akan lagi memiliki kepekaan terhadap berbagai permasalahan yang melanda agama dan umat ini. Kita akan menjadi budak perut, yang tidak lagi memiliki kepekaan hati! Semestinya kita yang mengaku sebagai umat Islam ini mengambil teladan dari Rasulullah, yang keadaannya dinyatakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah sebagai berikut: “Belum pernah keluarga Muhammad kenyang dengan roti gandum selama tiga hari berturut-turut, sejak kedatangan beliau ke Madinah sampai dengan beliau wafat.”

Sebagai penutup, marilah kita dengar nasihat seorang ulama dari generasi salaf yang bernama Ibrahim bin Adham. Beliau berkata,”Barangsiapa menjaga perutnya berarti ia menjaga agamanya. Dan barangsiapa bisa menguasai rasa laparnya pastilah ia memiliki akhlaq yang baik. Sesungguhnya maksiat kepada Allah itu jauh dari orang-orang yang lapar dan dekat dengan orang-orang yang terbiasa kenyang.”
Kembali Ke Atas Go down
http://indofal.top-me.com
 
Racun-racun Hati : Racun Perut
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
subhannaallah wabihamdih :: khusus islam :: tempat khusus islam :: kehidupan islam-
Navigasi: