subhannaallah wabihamdih

subhannaallah wabihamdih

membahas tentang agama islam.sunah rosulullah s.a.w, hidup & kehidupan
 
IndeksportalCalendarFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
bismillahirohmanirohim
--


border="0"


border="0"


border="0"

like/ twitter/+1
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» الشيخ محمد العريفي - ضع بصمتك في الخمور 1 - 7
Mon Dec 12, 2011 12:55 pm by indofal

» ceramah syeh afeefuddin
Thu Dec 08, 2011 11:57 am by indofal

» wafat gusdur mantan presiden RI
Mon Dec 05, 2011 11:00 am by indofal

» kumpulan bayi-bayi lucu
Mon Dec 05, 2011 10:53 am by indofal

» Islam sebagai Landasan Politik Melayu
Wed Nov 30, 2011 1:56 pm by indofal

» Lumpur Lapindo dan Dongeng Timun Emas
Wed Nov 30, 2011 1:51 pm by indofal

» Dahsyatnya Pengaruh Dongeng
Wed Nov 30, 2011 1:48 pm by indofal

» Bau Nyale, Teladan Berkorban Pemimpin
Wed Nov 30, 2011 1:45 pm by indofal

» Sumbangan Bahasa Melayu Riau Kepada Bahasa Indonesia
Wed Nov 30, 2011 1:41 pm by indofal

Top posters
indofal
 
barkah
 
Mujahid R. Faezan
 
lestarie
 
NurFirman
 
reva_rn
 

Share | 
 

 Racun-racun Hati : Racun Lisan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
indofal
Admin


Jumlah posting : 221
field name : 0
Join date : 25.12.10
Age : 42
Lokasi : http://id.netlog.com/indofal

PostSubyek: Racun-racun Hati : Racun Lisan   Sun Jan 16, 2011 11:54 am

Assalamu alaikum warahmatullah wabarokatuh
akhuwan & akhuwati ,ada pribahasa yg mengatakan lisan lebih tajam dari pedang,maka itu kita harus bisa menjaga lisan kita dalam pergaulan & kehidupan kita sehari-hari

Ditulis oleh Muhammad Shaleh Drehem, Lc.
Diantara racun-racun hati, yang selalu disebut pertama kali oleh para ulama adalah racun lisan. Ini dikarenakan banyaknya kemaksiatan dan kerusakan yang disebabkan oleh lisan. Hati dan perasaan bisa tersinggung karena lisan. Gosip yang memerahkan telinga bisa berhembus dengan cepat karena lisan. Fitnah yang dahsyat bisa tersebar karena lisan. Kesalahpahaman terjadi karena lisan. Konflik, pertikaian dan bahkan pertumpahan darah terjadi karena lisan.
Sedemikian vitalnya lisan ini sampai-sampai Rasulullah mengukur kualitas keimanan seseorang dari lisannya. Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, ”Tidaklah lurus iman seseorang sampai lurus hatinya. Dan tidaklah lurus hati seseorang sampai lurus lisannya.” (HR Ahmad). Dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata-kata yang baik atau diam saja.” (HR Bukhari dan Muslim).
Menegaskan bisa sedemikian berbahayanya lisan jika tidak dijaga, Umar bin Khaththab berkata, ”Barangsiapa banyak bicaranya maka akan banyak tergelincirnya. Barangsiapa banyak tergelincirnya maka banyaklah dosanya. Dan barangsiapa banyak dosanya maka neraka lebih pantas untuknya.”
Mu’adz bin Jabal pernah menanyakan berbagai kebaikan kepada Rasulullah. Semuanya pun dijawab oleh Rasulullah. Setelah itu, Rasulullah balik bertanya kepada Mu’adz, ”Maukah engkau aku beritahu yang lebih besar dari semua kebaikan itu?” Mu’adz menjawab, ”Tentu, wahai Rasulullah.” Maka sambil memegang lisan, Rasulullah bersabda, ”Jagalah ini!” Mu’adz bertanya dengan nada agak protes, ”Wahai Nabi Allah, apakah kita akan dicelakakan oleh apa yang kita ucapkan?” Rasulullah menjawab, ”Kasihan engkau, Mu’adz. Mestinya engkau tahu itu.” Lalu beliau melanjutkan, ”Apakah kiranya yang akan menjerumuskan manusia kedalam api neraka kecuali lisannya?” (HR Turmudzi dan Hakim).
Abu Hurairah pernah menceritakan bahwa suatu ketika Nabi ditanya tentang apa yang paling banyak menjadikan manusia masuk surga. Beliau saw menjawab, ”Taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” Sesudah itu Nabi ditanya apa yang paling banyak menjerumuskan manusia kedalam neraka. Beliau saw menjawab, ”Mulut dan kemaluan.” (HR Ahmad dan Turmudzi).
Dari sini jelas bagi kita semua bahwa ternyata lisan kita amat menentukan nasib kita di akhirat. Selamat dan celakanya kita pada hari pembalasan kelak sangat ditentukan oleh sejauhmana kita bisa menjaga lisan kita. Sayangnya, seringkali kita tidak sadar. Seringkali kita lalai terhadap setiap kata yang meluncur dari lisan kita. Padahal dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kata yang ia sangka bukan apa-apa (tidak berdosa) padahal satu kata itu ternyata akan menggelincirkannya selama tujuh puluh tahun didalam neraka.” Dalam redaksi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya seseorang mengucapkan satu kata yang tidak ia teliti sebelumnya sehingga akibat satu kata itu ia tergelincir kedalam neraka sejauh jarak antara timur dan barat.” Masya-allah! Jika demikian, bagaimana dengan keadaan kita selama ini? Apakah kita senantiasa meneliti setiap kata yang keluar dari lisan kita? Ataukah kita tidak pernah mengendalikannya sehingga tanpa sadar hal itu akan melemparkan kita kedalam neraka?
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ummu Habibah, Rasulullah bersabda, ”Setiap perkataan anak Adam akan menjadi beban baginya kecuali amar makruf nahi munkar dan dzikrullah.” (HR Ibnu Majah dan Turmudzi).
Oleh karena itu, Al-Qur’an dalam banyak tempat memerintahkan kepada kita untuk berbicara dengan tepat. Allah swt berfirman, ”Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bertuturkatalah dengan tepat, niscaya Allah akan memperbaiki untuk kalian amal-amal kalian dan Dia akan mengampuni untuk kalian dosa-dosa kalian.” Demikianlah Allah memerintahkan kepada kita untuk berkata-kata dengan tepat, sesuai dengan tempat, waktu, situasi dan kondisi. Betapa banyak orang yang bermaksud baik akan tetapi ketika ia menyampaikannya dengan tidak tepat maka justru muncul masalah besar.
Akhirnya, marilah kita benar-benar menjaga lisan kita. Katakan tidak pada ghibah (menggosip), namimah (memfitnah), kata-kata batil, kata-kata keji, mau menang sendiri, debat kusir, cekcok mulut, nyanyian-nyanyian batil, memuji-muji tidak pada tempatnya, menjelek-jelekkan orang, dan sebagainya.
Sebagai penutup, marilah kita dengar pesan Rasulullah ketika Uqbah bin Amir bertanya kepada beliau, ”Wahai Rasulullah, apakah jalan keselamatan itu?” Rasulullah bersabda, ”Tahanlah (jagalah) lisanmu, bahagiakan keluargamu, dan menangislah atas kesalahan-kesalahanmu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kembali Ke Atas Go down
http://indofal.top-me.com
 
Racun-racun Hati : Racun Lisan
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
subhannaallah wabihamdih :: khusus islam :: tempat khusus islam :: kehidupan islam-
Navigasi: