subhannaallah wabihamdih

subhannaallah wabihamdih

membahas tentang agama islam.sunah rosulullah s.a.w, hidup & kehidupan
 
IndeksportalCalendarFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
bismillahirohmanirohim
--


border="0"


border="0"


border="0"

like/ twitter/+1
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» الشيخ محمد العريفي - ضع بصمتك في الخمور 1 - 7
Mon Dec 12, 2011 12:55 pm by indofal

» ceramah syeh afeefuddin
Thu Dec 08, 2011 11:57 am by indofal

» wafat gusdur mantan presiden RI
Mon Dec 05, 2011 11:00 am by indofal

» kumpulan bayi-bayi lucu
Mon Dec 05, 2011 10:53 am by indofal

» Islam sebagai Landasan Politik Melayu
Wed Nov 30, 2011 1:56 pm by indofal

» Lumpur Lapindo dan Dongeng Timun Emas
Wed Nov 30, 2011 1:51 pm by indofal

» Dahsyatnya Pengaruh Dongeng
Wed Nov 30, 2011 1:48 pm by indofal

» Bau Nyale, Teladan Berkorban Pemimpin
Wed Nov 30, 2011 1:45 pm by indofal

» Sumbangan Bahasa Melayu Riau Kepada Bahasa Indonesia
Wed Nov 30, 2011 1:41 pm by indofal

Top posters
indofal
 
barkah
 
Mujahid R. Faezan
 
lestarie
 
NurFirman
 
reva_rn
 

Share | 
 

 Koin Peduli Sausan Penderita Kanker Mata (Retinoblastoma)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
indofal
Admin


Jumlah posting : 221
field name : 0
Join date : 25.12.10
Age : 42
Lokasi : http://id.netlog.com/indofal

PostSubyek: Koin Peduli Sausan Penderita Kanker Mata (Retinoblastoma)   Fri Jan 14, 2011 1:59 pm



teman-temanku semua diseluruh dunia ini,aku akan mengabarkan tentang musibah & cobaan yg diterima oleh saudara kita,yg diderita oleh ananda Sausan,teman-temanku dunia ini semakin banyak keanehan & cobaan yg diberikan ALLAH S.W.T,untuk mengetuk hati kita supaya sadar dan kembali ke jalanNYA,dg cobaan ini ALLAH S.W.T masih memberi kesempatan untuk kita bertaubat,bertawakal,beriman & berdoa memohon kehadiratNYA ,karna hanya pada NYA lah semua kan kembali,hanya padaNYA lah kekuatan & keajaiban akan kesembuhan ananda Sausan ,inilah kisah nya
ini fhoto ananda Sausan sebelum cobaan itu datang


Nama : Sausan Khairunnisa Zalfa
Jenis Kelamin : Perempuan
Lahir : Bekasi 5 Januari 2007
Nama Ayah : Muhammad Arief Muslim
Nama Ibu : Esti Kurniati Putri
Diagnosa : Retinoblastoma (Kanker Bola Mata)
Tgl Diagnosa : 2 Desember 2008

Mohon doa dan dukungan moril untuk yang terbaik bagi anak saudara kami yang 2 tahun lalu divonis mengidap kanker mata (retinoblastoma). Sudah satu tahun belakangan ini retina semakin membesar sehingga keluar dari kelopak matanya. Hingga kini pembesaran sudah sebesar hampir sebesar setengah dari ukuran kepalanya hingga sudah menutupi sebagian besar hidung dan mulut sehingga sulit untuk bernafas dan makan / minum dan bicara. Sejak dua tahun lalu rekan kami tidak menempuh jalur medis karena jalur medis yang ditawarkan dokter satu – satunya adalah operasi pengangkatan bola mata dan menurut dokter itu pun bukan solusi final, sehingga pasca operasi masih ada treatment lanjutan (kemotherapi, radiotherapi, penyinaran, dan radiasi therapi) yang sudah dapat perkirakan akan menyiksa dan menyengsarakan anak tersebut yang waktu itu usianya belum genap 2 tahun. Akhirnya rekan kami menempuh jalur pengobatan herbal Mereka datang kepada beberapa herbalis yang biasa membuat ramuan thibun nabawi berupa madu + minyak habbatussauda + minyak zaitun + ramuan beberapa herbal lokal anti (obat) kanker. Sampai saat ini anak tersebut masih mengkonsumsinya meskipun tidak sebanyak dulu karena kebosanan seorang anak kecil yang terus minum ramuan.

Tapi qadar Allah sampai detik ini Allah belum memberi kesembuhan untuknya. Maka kembali dicoba menempuh jalur medis dengan menghubungi beberapa dokter antara lain Dokter Liu dari RS Guangzou di China. Beliau sudah angkat tangandengan pertimbangan kondisi fisik ananda Sausan yang sangat kurus dan umurnya yang masih balita kemudian mereka mendapat informasi dari Solo Jateng bahwa di RS Yarsi ada dokter yang mampu membuat ramuan gas bersuhu sangat rendah yang bisa membekukan sel kanker dan mematikannya serta merta membuang sel tersebut keluar dari tubuh. Namun setelah dihubungi beliau juga angkat tangan karena ramuan gasnya baru bisa untuk kanker paru – paru dan hanya untuk orang dewasa. Akhirnya Allah mempertemukan dengan spesialis mata dari RSCM. Dengan kirim foto ananda Sausan dan bertemu beliau membicrakan permasalahan ananda Sausan, kesimpulan yang bisa diperoleh dari beliau bahwa kalangan medis sudah kebingungan harus mulai dari mana mengatasi / mengboati penyakit kanker / tumor yang diderita ananda karena menurutnya besar kemungkinan sudah terjadi terjadi metastasis atau penyebaran melihat kondisinya yang hampir bisa dibilang kurus kering tinggal tulang, pipi kiri depan telinga yang ikut membesar (kemungkinan kelenjar getah beningnya juga sudah terkena kanker. Menurutnya dokter pun tidak berani mengambli langkah operasi karena sudah terlalu besar dan kemungkinan besar sudah menyebar dampai ke tulang, sehingga alternatifnya terlebih dahulu akan dilakukan kemo therapi, radiasi, dan penyinaran untuk memperkecil perkembangbiakan sel kankernya. Itu pun kalau hasil pemeriksaan menunjukkan ananda Sausan kuat untuk diberikan treatment beberapa terapi tersebut.
Kesimpulan terakhir yang bisa kami peroleh dari pernyataan dokter tersebut bahwa ananda Sausa tinggal menunggu waktu sambil terus ikhtiar dan berdoa serta pantang putus asa dari rahmat Allah. Oleh karena itu kami mohon dukungan moril, doa , dan barangkali ada informasi yang bisa kami lakukan untuk mencari yang terbaik untuk Sausan, dimana hanya Allah lah yang bisa menjadi sumber solusi untuk yang terbaik bagi ananda Sausan, selain memang kami harus tetap terus berdoa, ikhtiar, dan tawakal / sabar sebagai kewajiban seorang hamba yang sedang ditimpa musibah. Sekarang ananda Sausan masih dalam perawatan di RSCM Jakarta paviliun tumbuh kembang kamar 6, usianya genap 4 tahun tanggal 5 Januari 2011. Sebagai gambaran singkat, kondisi badan hampir kurus kering tinggal keliatan tulangnya saja, pembesaran retina sudah sedemikian rupa hampir sebesar setengah dari ukuran kepalanya, sebagian besar hidung sudah tertutup sehingga sulit bernafas, sebagian mulut / bibir sudah terdesak oleh membesarnya retina yang keluar sehingga sulit untuk makan, minum, dan bicara. Aktifitas sehari – hari 95% tiduran walau kadang sambil bermain dan ngobrol dengan kakak dan ayah / ibunya. Duduk pun tidak kuat bertahan lama. Apabila rekan-rekan yang bermaksud memberi dukungan materil dapat mengirimkan bantuannya ke :

BCA ACC# 1281362025 atas nama Muhammad Arief Muslim
Bank Bukopin ACC# 0101048377 atas nama Muhammad Arief Muslim
Bank Syariah Mandiri ACC# 0757015562 atas nama Ruslan Abdul Gani
Bank Mega ACC# 010200020080120 atas nama Tara Mariyam Pelupes
Informasi Contact Person 082111331025 Ust. Ahmad (Bengkel Tauhid)

sumber info dari kak mila disebarkan oleh indofal
SEMANGAT IKHTIAR SAUSAN 1
Sabtu, 8 Januari kemarin Alhamdulillah saya berkesempatan menjenguk Sausan di RSCM Kavling Tumbuh Kembang Anak no. 10. Sampai di kav.Tumbuh Kembang saya bingug karena pintunya terkunci dari dalam, saya pun menelepon Pak Arif, ayah Sausan. Ternyata saya masuk lewat pintu belakang yang biasanya hanya dilalui oleh perawat dan dokter. Tapi tak lama, pintu kaca itupun terbuka, dibukakan oleh salah satu perawat jaga yang melihat saya kebingungan di depan pintu. Masuklah saya ke kamar no. 10. Bau khas yang pernah saya cium ketika menjenguk Sausa dirumah beberapa waktu lalu langsung menyengat di hidung. Saya pun tak mau bereaksi over karena kaget dan segera masuk menyalami orangtua Sausan yang menunggu samping tempat tidur. Terlihat Sausan begitu lemas terbaring, selang infus terpasang di tangan kiri dan kaki kanannya. Benjolan terlihat lebih besar dari sebelumnya, menyisakan sedikit mulut dan satu matanya, sedangkan yang lain tertutup. Harus memiringkan muka dulu untuk bisa melihat mata dan mulut Sausan. Yaaaaa Rabb..
“Iya, memang agak sedikit membesar, dan tadi hanya saya balut dengan asal sehingga kelihatan lebih besar lagi”, kata sang bunda.
“kok banyak bekas darah di perbannya ya, apa benjolannya luka?”, tanya saya
Ternyata memang ada beberapa titik dari benjolan itu yang luka dan mengeluarkan darah. Darah bukan menetes lagi tapi mengucur, membuatnya harus dilap berkali-kali. Untuk menyiasatiya, sang bunda memakaikan panty-liner herbal sebagai pengganti tisu. Panty-liner tersebut di tutupkan diatas luka kemudian dibalut perban, seperti kalau kita memakai plester. Dalam satu kali pemakaian Sausan membutuhkan 4 buah panty-liner, dan satu hari minimal ganti 2x.
benjolan yang semakin membesar
Sayapun berbincag-bincang dengan Pak Arif. Menurutnya, walaupun belum sempat dikunjungi oleh Profesor yang akan menangani penyakit Sausan, saat ini Sausan sudah mendapatkan perawatan medis dari salah satu dokter disana. Katanya akan segera dilakukan beberapa rangkaian tes untuk menentukan pengobatan yang tepat.
“Menurut dokter akan ada 3 kali CT scan, untuk mata, otak dan seluruh tubuh. Setelah itu pengambilan (apa saya lupa) dan pengambilan cairan dari otak melalui sumsum tulang belakang. Saya tidak bisa membayangkan sakitnya mbak”, cerita Pak Arif
“Olesan herbal dan air zam-zam juga masih digunakan”, tambahnya
Ngilu rasanya mendengar cerita tersebut, apalagi membayangkan Sausan yang sekecil itu harus menjalani tes-tes tadi. Astaghfirullah.. menahan sakit bekas infus di tangan kiri pun ia tak kuat, berkali-kali ia minta punggung tangan kanannya diusap karena sakit bekas suntikan.

benjolan kelenjar getah bening membesar dan merah

Tak lama Pak Arif mendapat kabar bahwa ust. Ahmad akan datang menjenguk. Maka saya pun ikut menunggu. Mudah-mudahan bisa ikut melihat terapi yang akan dilakukan untuk Sausan. Sambil menunggu kami berbicang mengenai dana yang ada untuk pengobatan Sausan.
“Asuransi yang saya punya tidak meng-cover penyakit Sausan mbak, tapi saya belum mau memikirkan masalah biaya. Saya takut nanti saya malah stres sama masalah biaya dan mengesampingkan pengobatan Sausan. Sekarang yang penting Sausan bisa ditangani dulu. Saya juga yakin biaya akan banyak, ini aja baru masuk sudah diminta deposit uang kamar 4,5 juta. Biaya obat dll saya gak tau.”
Menunggu 30 menit, Ust. Ahmad datang dan langsung menengok kondisi Sausan. Setelah berbincang-bincang mengenai kondisi Sausan, maka Ust. Ahmad pun memulai terapi. Ust. Ahmad mencoba berbicara kepada Sausan tapi Sausan menolak dan hanya mau dengan ibunya. “Ibu..mau sama Ibu..”, rintihnya.
Akhirnya posisi Ust. Ahmad diganti dengan Pak Arif. Dengan bimbingan Ust. Ahmad, Pak Arif mulai mencoba berbicara dengan Sausan. Suasana hening seketika. Ketika terapi dimulai dengan istighfar, rasanya mau pecah tangis saya. Apalagi kemudian Pak Arif dituntun untuk melafazkan keikhlasannya terhadap penyakit Sausan.
“Ya Rabb, walaupu anak saya terkena penyakit kanker mata, saya ridho dan saya ikhlaskan kesembuhan dariMu..”
Sausan pun ikut diam seolah ikut berdoa.
Semua mendoakanmu nak..

Terapi Insya Allah akan dilakukan berkelanjutan dan ust. Ahmad bersedia membantu sebisa beliau untuk kesembuhan Sausan.
***
Saya pun pamit pulang dan mendekati Sausan kembali.
“Sausan cepat sembuh ya Nak ya.. nanti dibawakan buku cerita. Sausan mau dibacakan buku cerita?”
Sausan mengangguk..
Ya Rabb.. hanya kepadaMu kami berserah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.

* Ust. Ahmad membuka Posko Peduli Sausan di Perumaha Bumi Pertiwi 1 Jl. Mangga Delima blok N 10 Cilebut Timur.
Hp: 082111331025
»» read more

SEMANGAT IKHTIAR SAUSAN 2
Dua hari lalu saya menerima sms dari Pak Arief ayahanda Sausan yang mengabarkan bahwa ia sudah mengirimkan email tentang perkembangan Sausan. Berikut ceritanya di email:

***

Assalamu’alaikum.

Alhamdulillah kondisi Sausan pagi ini menunjukan ada perkembangan baik / kemajuan. Bicaranya tambah banyak dan tambah jelas. Udah mulai minta nonton TV. Saya rasakan kondisi seperti ini sebenarnya bukan baru kali ini saja. Jauh beberapa waktu lalu sebelum kankernya membesar seperti sekarang, Allah telah menunjukkan beberapa sinyal baik, yaitu membaiknya kondisi Sausan. Waktu itu ketika tumor sudah sebesar kira2 bola tenis, saya niat saya untuk keluar dari bank konvensional tempat saya bekerja semakin kuat. Sausan yang sudah sekian bulan hanya bisa tiduran dan duduk pun hanya sebentar, tiba – tiba turun dan berjalan sendiri walau tertatih – tatih , limbung, dan akhirnya terjatuh. Namun semangatnya tetap terus menguat. Namun qadarallah syaithon terus dengan kuat pula membisikkan was was kepada saya sehingga akhirnya saya tunda lagi untuk resign dari bank padahal saya sudah mengetahui keharaman bekerja di bank. Dan akhirnya qadarallah pula, kondisi Sausan memburuk lagi seperti sekarang dengan pembesaran tumor yang sudah sedemikian rupa.

Kedatangan Ustadz Achmad Sabtu lalu alhamdulillah menghasilkan pencerahan kepada saya. Ustadz Achmad memberi nasehat dan saran kuat kepada saya untuk segera membuat surat pengunduran diri dari bank tempat saya sekarang bekerja. Saya sempat ragu karena justru saat Sausan membutuhkan banyak biaya untuk pengobatannya, saya malah keluar dari tempat saya sekarang bekerja sementara belum ada pengganti nafkah lain. Memang selama 2 tahun perjalanan sakitnya Sausan, saya sudah berikhtiar untuk melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Namun qadarallah sampai sekarang belum berhasil. Insya Allah hari ini saya akan membuat surat pengunduran diri dan otomatis saya tidak perlu lagi mengurus kepastian pertanggungan asuransi kesehatan Sausan yang merupakan salah satu fasilitas dari kantor. Ustadz Achmad sangat meyakinkan saya bahwa insya Allah dengan saya resign dari bank, Allah akan memberikan keputusan yang terbaik untuk Sausan, dan harapan dan doa kita semoga Allah memberi kesembuhan kepada Sausan.

Kemarin sore Profesor Djaya yang merupakan dokter inti Sausan visit untuk yang pertama kalinya dan dia berpendapat bahwa kemungkinan kesembuhan Sausan tinggal 20%-30%. Alhamdulillah saya dan istri sama sekali tidak terpengaruh oleh pendapat dokter tersebut karena yakin hakikinya semua itu adalah hak prerogatif Allah. Qadarallah Pak Agus, istru Bu Rinny sedang besuk Sausan dan mendengar semua dialog antara saya dengan Prof.

Menurut Prof, kemo terapi dan penyinaran tidak bisa banyak membantu untuk mengecilkan / membunuh sel tumor Sausan karena kemungkinan besar penyebaran sudah kemana – mana. Sedangkan untuk operasi pengangkatan bola mata, tumor harus mengecil dulu untuk menghindari pendarahan hebat saat operasi. Bisa dibayangkan betapa panjang waktu dan tahapan yang diperlukan Sausan dalam terapi medis ini.

Subhanallah, sepertinya team dokter sudah pesimis / mentok. Saya pun semakin yakin saya harus segera mengundurkan diri dari bank tempat saya bekerja sekarang tanpa harus mempedulikan masalah asuransi dan pengganti nafkah terlebih dahulu.

Hanya yang saya bingung dan bimbang, apakah treatment versi medis masih tetap terus diperlukan, mengingat tahapan2 yang akan dilalui Sausan cukup panjang dan melelahkan untuk Sausan, dan itu pun menurut teori kedokteran, kemungkinan sembuhnya hanya 20%-30%. Khawatir Sausan semakin menderita. Tapi kalau diteruskan dengan terapi herbal, qadarallah sampai sekarang belum ada ramuan herbal yang terbukti bisa mengecilkan / menghilangkan tumor mata Sausan.

Arief

***

Mohon maaf karena kesibukan saya yang sedang UAS, baru hari ini saya bisa posting cerita kepada teman-teman.

Saya tidak bisa banyak berkomentar. Pasti sebuah pilihan yang sulit untuk Pak Arif mengundurkan diri dari pekerjaan ditengah sakitnya Sausan. Tapi itulah kemantapan hati. Seperti sebuah nazar, menurut Pak Arif-ketika saya berbincang dengannya di telepon- dulu ia pernah berniat dalam hati apabila Sausan memperlihatkan perkembangan baik, ia akan resign dari pekerjaannya di sebuah bank konvensional dan mencari pekerjaan baru yang bebas dari riba atau berwirausaha saja. Tapi niat tersebut selalu ditunda dengan alasan ragu-ragu dan was-was. Dan kali ini, seperti ditegur, Sausan pun menunjukkan perkembangan baik, nazar itupun ditagih. Maka, tak mau melewatkan momen ini, Pak Arif segera memutuskan untuk resign.

Mungkin akan banyak diantara kita yang bertanya dengan keputusan ini, tapi teman, itulah hidup. Ada hal yang tidak bisa dibohongi di dalam hati kita tentang keberadaan Tuhan. Keberadaan Allah. Menurut Ust. Ahmad yang sekarang sedang menangani terapi Sausan, salah satu hal yang akan membantu proses penyembuhan adalah bersihnya diri kita dari hal-hal yang haram. Ust. Yusuf Mansur yang belum lama ini juga sempat berbincang dengan Ust. Ahmad ttg keadaan Sausan juga sependapat dengan pendapat tersebut, bahwa beratnya penyakit bukan hanya disebabkan dari hal-hal yang bersifat fisik tapi juga dari penyebab-penyebab abstrak.

Sebagai orang awam, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Sausan. Semoga semakin banyak doa semakin meringankan juga beban sakitnya. Barusan saya menerima info bahwa malam ini TVOne akan menayangkan berita Sausan di acara Apa Kabar Malam pukul 20.30 – 23.00, semoga ada di antara kita yang menonton untuk mengetahui perkembangan kondisi Sausan.
»» read more

mari teman-teman semua kita bersama-sama berdoa untuk kesembuhan ananda Sausan
Kembali Ke Atas Go down
http://indofal.top-me.com
 
Koin Peduli Sausan Penderita Kanker Mata (Retinoblastoma)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
subhannaallah wabihamdih :: berbagi :: forum kabar & info :: kisah nyata-
Navigasi: