subhannaallah wabihamdih

subhannaallah wabihamdih

membahas tentang agama islam.sunah rosulullah s.a.w, hidup & kehidupan
 
IndeksportalCalendarFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
bismillahirohmanirohim
--


border="0"


border="0"


border="0"

like/ twitter/+1
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» الشيخ محمد العريفي - ضع بصمتك في الخمور 1 - 7
Mon Dec 12, 2011 12:55 pm by indofal

» ceramah syeh afeefuddin
Thu Dec 08, 2011 11:57 am by indofal

» wafat gusdur mantan presiden RI
Mon Dec 05, 2011 11:00 am by indofal

» kumpulan bayi-bayi lucu
Mon Dec 05, 2011 10:53 am by indofal

» Islam sebagai Landasan Politik Melayu
Wed Nov 30, 2011 1:56 pm by indofal

» Lumpur Lapindo dan Dongeng Timun Emas
Wed Nov 30, 2011 1:51 pm by indofal

» Dahsyatnya Pengaruh Dongeng
Wed Nov 30, 2011 1:48 pm by indofal

» Bau Nyale, Teladan Berkorban Pemimpin
Wed Nov 30, 2011 1:45 pm by indofal

» Sumbangan Bahasa Melayu Riau Kepada Bahasa Indonesia
Wed Nov 30, 2011 1:41 pm by indofal

Top posters
indofal
 
barkah
 
Mujahid R. Faezan
 
lestarie
 
NurFirman
 
reva_rn
 

Share | 
 

 Obat Hati (2) : Akrab dengan Al-Qur'an

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
indofal
Admin


Jumlah posting : 221
field name : 0
Join date : 25.12.10
Age : 42
Lokasi : http://id.netlog.com/indofal

PostSubyek: Obat Hati (2) : Akrab dengan Al-Qur'an    Tue Jan 04, 2011 10:45 pm




Assalamu alaikum warahmatullah wabarokatuh
Obat Hati (2) : Akrab dengan Al-Qur'an
Ditulis oleh Muhammad Shaleh Drehem, Lc. disebarkan oleh indofal
teman-teman ku semua selamat berjumpa lagi di blog group ini lagi,mari kita lanjutkan perbincangan kita di obat hati (2),baiklah kita mulai
Sebagaimana sudah saya singgung sebelumnya, penyakit hati pada dasarnya berpangkal pada dua hal: syubhat dan syahwat. Syubhat berarti lemahnya ilmu dan pemahaman, sedangkan syahwat berarti kuatnya hasrat untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Kini saya akan memberikan satu resep jitu untuk bisa mengatasi dua hal tersebut sekaligus. Resep tersebut adalah Al-Qur’an.

Al-Qur’an bisa menghilangkan syubhat yang ada dalam hati kita karena ia berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat). Al-Qur’an menjelaskan kepada kita dengan amat jelas dan gamblang segala yang haq dan segala yang bathil. Dengan demikian akan hilanglah berbagai macam syubhat.

Al-Qur’an juga mengandung berjuta-juta hikmah, mau’izhah, ibrah, ajakan zuhud, motivasi ukhrawi, dan kisah-kisah yang menggugah. Semua itu akan meningkatkan kekuatan iman yang ada dalam dada kita, sehingga kita pun memiliki daya kekang yang lebih kuat terhadap berbagai macam syahwat.

Al-Qur’an memang betul-betul mujarab untuk mengobati penyakit-penyakit hati dan sekaligus menghidupkan hati kita. Disamping itu, Al-Qur’an juga memiliki berbagai keutamaan lainnya. Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa mencintai Allah dan Rasul-Nya, hendaknya ia membaca Al-Qur’an.” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam As-Suyuthi)

Khabbab ibnul Art, seorang sahabat Nabi, pernah berkata kepada seseorang,”Mendekatlah kepada Allah sesuai kesanggupanmu. Ketahuilah sesungguhnya tidak ada cara yang lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan sesuatu yang Dia cintai melebihi firman-firman-Nya (yakni Al-Qur’an).”

Abdullah bin Mas’ud, sahabat Nabi yang amat gemar membaca Al-Qur’an, berkata,”Barangsiapa mencintai Al-Qur’an, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an merupakan bukti atas kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Utsman bin Affan, sahabat Nabi yang terkemuka, berkata,”Jika hatimu bersih, niscaya ia tidak akan pernah kenyang dari firman-firman Tuhannya (yakni Al-Qur’an).” Perkataan Utsman ini bermakna bahwa kecintaan dan interaksi kita dengan Al-Qur’an merupakan ukuran kebersihan hati kita. Jika suatu ketika kita merasa berat untuk membaca Al-Qur’an, sangat bisa jadi itu adalah pertanda adanya kotoran dalam hati kita. Untuk membersihkannya, paksakanlah untuk membaca Al-Qur’an, insyaallah ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca pun akan membersihkan kotoran-kotoran tersebut.

Bukti kecintaan kita kepada Al-Qur’an adalah interaksi yang kuat dengannya. Interaksi tersebut meliputi banyak hal. Pertama-tama, kita harus memulainya dengan keimanan akan kebenaran dan kesucian Al-Qur’an. Selanjutnya kita harus gemar membaca Al-Qur’an. Jangan sampai kita melewati hari-hari kita tanpa membaca Al-Qur’an. Sebagai gambaran, sebuah hadits shahih menceritakan dialog antara Abdullah bin Amr dan Rasulullah saw. Abdullah memberitahu Rasulullah bahwa ia mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari. Rasulullah kemudian menegurnya dan menyarankan agar ia mengkhatamkan Al-Qur’an paling cepat setiap tiga hari. Dan jika ia mau, cukuplah ia mengkhatamkan Al-Qur’an setiap bulan saja, yang berarti satu juz Al-Qur’an setiap hari.

Itulah standar yang diberikan oleh Rasulullah dalam membaca Al-Qur’an: minimal satu juz setiap hari. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita membaca Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari? Jika belum, marilah kita mengusahakannya secara bertahap. Kita bisa memulainya dengan membaca Al-Qur’an satu halaman setiap hari, lalu kita tingkatkan menjadi dua halaman setiap hari, lalu kita tingkatkan lagi menjadi tiga halaman setiap hari, dan demikian seterusnya sampai kita bisa membaca satu juz setiap hari.

Disamping membaca, kita juga harus mempelajari kandungan Al-Qur’an. Jika kita belum memahami bahasa Arab, paling tidak kita bisa membaca terjemahan ayat-ayatnya. Lalu kita baca buku-buku tafsir Al-Qur’an, yang sudah banyak tersedia dalam bahasa Indonesia. Dan jangan lupa untuk mengkuti majelis-majelis yang mengkaji Al-Qur’an.

Sesudah kita memahami kandungan Al-Qur’an, tuntutan selanjutnya adalah mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan. Ini tentu saja tahapan yang lebih sulit. Banyak orang bisa membaca Al-Qur’an dan bahkan memahami isinya, namun berapa banyak orang yang bisa secara konsisten mengamalkan isi Al-Qur’an? Berapa banyak diantara kita yang mau berhukum dengan hukum-hukum yang telah digariskan oleh Al-Qur’an? Sebuah pertanyaan besar untuk kita semua. Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang diturunkan hanya untuk dibaca dan dipelajari, namun ia adalah sebuah kitab suci yang diturunkan untuk diamalkan dan dibumikan dalam kehidupan.

Disamping itu, sebagai bukti kecintaan kita kepada Al-Qur’an, hendaknya kita pun berusaha untuk menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan kita. Rasulullah saw bersabda,”Seseorang yang didalam dadanya tidak ada Al-Qur’an adalah seperti rumah yang kosong dan tidak terawat.”

Sesudah itu, kita juga berkewajiban untuk mendakwahkan Al-Qur’an, mengajak manusia untuk kembali kepada Al-Qur’an. Betapa banyak kita saksikan pada saat-saat sekarang ini orang-orang yang telah melalaikan, mengabaikan dan melupakan Al-Qur’an. Ini berakibat pada hilangnya keberkahan dalam kehidupan. Untuk itu, marilah kita semua saling mengajak satu sama lain untuk kembali kepada Al-Qur’an, agar kita mendapatkan kecintaan dan keridhaan Allah serta mendapatkan keberkahan dalam hidup kita.

Semoga …bermanfaat & berfaedah artikel ini untuk lebih mendekatkan diri kita kepada sang pencipta (ALLAH S.W.T)
Kembali Ke Atas Go down
http://indofal.top-me.com
 
Obat Hati (2) : Akrab dengan Al-Qur'an
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
subhannaallah wabihamdih :: dzikir dan doa :: dzikir dan doa :: al-qur anul qarim-
Navigasi: