subhannaallah wabihamdih

subhannaallah wabihamdih

membahas tentang agama islam.sunah rosulullah s.a.w, hidup & kehidupan
 
IndeksportalCalendarFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
bismillahirohmanirohim
--


border="0"


border="0"


border="0"

like/ twitter/+1
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» الشيخ محمد العريفي - ضع بصمتك في الخمور 1 - 7
Mon Dec 12, 2011 12:55 pm by indofal

» ceramah syeh afeefuddin
Thu Dec 08, 2011 11:57 am by indofal

» wafat gusdur mantan presiden RI
Mon Dec 05, 2011 11:00 am by indofal

» kumpulan bayi-bayi lucu
Mon Dec 05, 2011 10:53 am by indofal

» Islam sebagai Landasan Politik Melayu
Wed Nov 30, 2011 1:56 pm by indofal

» Lumpur Lapindo dan Dongeng Timun Emas
Wed Nov 30, 2011 1:51 pm by indofal

» Dahsyatnya Pengaruh Dongeng
Wed Nov 30, 2011 1:48 pm by indofal

» Bau Nyale, Teladan Berkorban Pemimpin
Wed Nov 30, 2011 1:45 pm by indofal

» Sumbangan Bahasa Melayu Riau Kepada Bahasa Indonesia
Wed Nov 30, 2011 1:41 pm by indofal

Top posters
indofal
 
barkah
 
Mujahid R. Faezan
 
lestarie
 
NurFirman
 
reva_rn
 

Share | 
 

 separuh waktu ,istriku

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
barkah
anggota perunggu
anggota perunggu


Jumlah posting : 139
field name : 2
Join date : 06.01.11
Age : 27
Lokasi : riadh

PostSubyek: separuh waktu ,istriku   Wed Mar 23, 2011 4:32 pm




Kita masih disini Mendekap dingin dan menatap rembulan yang sama.
Setengah putaran waktu habis kita teguk Kau masih menuntunku Meski lelah tubuhmu, ku tahu.
Cahaya perak menampakkan putih helai rambutmu Duka dan bahagia. airmata dan cinta, jelas terlukis disitu.
Bahumu tak lagi setegar dulu Namun masih kau tampung tangisku Meski dapat kubaca jelas perih dimatamu.
Kelak, sajak-sajak kasihmu akan membeku di dinding batu Dibawah senja yang selalu kau suka Diantara harum kamboja.
Kau masih disini, bersamaku, mendekap dingin yang segera hilang Menatap rembulan yang akan pulang Menyambut pagi ke-sekian Mengucap doa kesejahteraan, lalu rebah diatas rerumputan basah pasrah mendekap sisa usia.
..........................
..........................
Kau baru saja menghampiri bangku batu tempatku menunggu sekian waktu Ketika keretaku tiba. Semakin dekat derak rodanya terdengar Semakin membuncah keraguan itu.
Aku tak bisa menerka apa yang kau sembunyikan di balik senyummu ketika menyapaku. Aku tak bisa menerjemahkan bahasa matamu dalam kesungguhan.
Namun harapan tumbuh dan mekar Serupa kuntum-kuntum angkuli di musim semi.
Kereta menyapaku dengan peluitnya yang panjang Sepotong tiket di tangan dan pilihan jalan.
Aku tak hendak henyak dari dudukku Diam dan mendengarkanmu bercerita Dan, segala cita-cita berhenti tepat ketika gerbong pertama memasuki stasiun.
Sepotong tiket di tangan haruskah ku buang?
Tapi hidup tak semudah menarik napas Ada masa depan dan tanggung jawab besar yang harus dilakoni bahkan untuk cinta itu sendiri agar tak sekedar melankoli.
Maka aku pun berlalu Meninggalkanmu di bangku batu tempatku menunggu sekian waktu Mengikuti lantun kereta yang melaju. Sekilas nampaklah kau tersenyum meski airmata mengalir juga
........................
Bangku kayu Aku masih mengingat itu Tempatnya menunggu sekian waktu Hingga tiba waktu bertemu.
Kini aku pulang, menemuinya Bersama masa depan yang telah ku tata Membuncah harapan dan mimpi surga Hidup merdeka dengannya dalam istana yang tenang
Seiring kereta mendekati tujuan Sekilas aku melihatnya disana Tersenyum dan melambaikan tangan
Tuhan! Dia masih sama rupawan Ketika ku tinggalkan seabad silam.
Kembali Ke Atas Go down
 
separuh waktu ,istriku
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
subhannaallah wabihamdih :: khusus islam :: tempat khusus islam :: syair & sajak-
Navigasi: