subhannaallah wabihamdih

subhannaallah wabihamdih

membahas tentang agama islam.sunah rosulullah s.a.w, hidup & kehidupan
 
IndeksportalCalendarFAQPencarianAnggotaPendaftaranLogin
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
bismillahirohmanirohim
--


border="0"


border="0"


border="0"

like/ twitter/+1
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» الشيخ محمد العريفي - ضع بصمتك في الخمور 1 - 7
Mon Dec 12, 2011 12:55 pm by indofal

» ceramah syeh afeefuddin
Thu Dec 08, 2011 11:57 am by indofal

» wafat gusdur mantan presiden RI
Mon Dec 05, 2011 11:00 am by indofal

» kumpulan bayi-bayi lucu
Mon Dec 05, 2011 10:53 am by indofal

» Islam sebagai Landasan Politik Melayu
Wed Nov 30, 2011 1:56 pm by indofal

» Lumpur Lapindo dan Dongeng Timun Emas
Wed Nov 30, 2011 1:51 pm by indofal

» Dahsyatnya Pengaruh Dongeng
Wed Nov 30, 2011 1:48 pm by indofal

» Bau Nyale, Teladan Berkorban Pemimpin
Wed Nov 30, 2011 1:45 pm by indofal

» Sumbangan Bahasa Melayu Riau Kepada Bahasa Indonesia
Wed Nov 30, 2011 1:41 pm by indofal

Top posters
indofal
 
barkah
 
Mujahid R. Faezan
 
lestarie
 
NurFirman
 
reva_rn
 

Share | 
 

 Kisah Nabi Musa: Terbelahnya Laut Merah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
indofal
Admin


Jumlah posting : 221
field name : 0
Join date : 25.12.10
Age : 42
Lokasi : http://id.netlog.com/indofal

PostSubyek: Kisah Nabi Musa: Terbelahnya Laut Merah   Mon Feb 14, 2011 12:36 pm

Assalamu alaikum warahmatullah
wabarokatuh
teman-temanku ,aku akan bercerita tentang Nabi MUSA A.S,dg
tongkatnya yg membelah laut merah di negara mesir
ALLAH berfirman:
Dan
(ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami
tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan
(QS 2:50). Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti
oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas
(mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya
percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil,
dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90). Dan
Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan
hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang
kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut
(akan tenggelam)” (QS 20:77). Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar
mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka (QS 20:78).
Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka
terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar
(QS 26:63).

Anda mungkin masih ingat dengan kisah Nabi Musa yang bersama
kaumnya diperintahkan oleh Allah untuk meninggalkan Mesir. Ketika telah sampai
di tepi Laut Merah, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya
hingga laut luas yang berada di hadapan mereka terbelah membentuk jalan dengan
dua dinding air yang tinggi. Pernahkah anda membayangkan betapa dahsyatnya
kejadian tersebut?

Menurut sejarah, peristiwa itu terjadi sekitar 3500
tahun yang lalu. Ada beberapa pakar yang telah mencoba untuk meneliti kembali
peristiwa ini berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang ada dan menerbitkannya dalam
bentuk buku dan DVD (seperti yang dapat anda lihat di sini).

Baiklah,
sekarang mari kita coba untuk melihat lebih jauh ke lokasi tempat Nabi Musa dan
para pengikutnya menyeberang menurut para ahli tersebut. Lokasi penyeberangan
diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuwaybi. Kedalaman maksimum perairan di
sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900
meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan
penyeberangan, kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuwaybi ke
arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuwaybi
ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat. Jarak antara Nuwaybi ke Arab
sekitar 1800 meter (menurut peta dari MSN Encarta bahkan sekitar 10 km). Lebar
lintasan dimana laut terbelah diperkirakan 900 meter.

Dapatkah anda
membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat menyibakkan air laut hingga
memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman
perairan yang rata-rata mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama,
mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut
tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi
Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4
jam).

Menurut sebuah perhitungan diperkirakan diperlukan tekanan (gaya
per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang
kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Atau jika kita
kaitkan dengan kecepatan angin, maka akan melebihi kecepatan angin pada saat
terjadi Hurikan. Atau jika mengacu kepada perhitungan seorang pakar dari Rusia
yang bernama Volzinger, diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30
meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam. Sungguh dahsyat bukan? Allah Maha
Besar.
Kembali Ke Atas Go down
http://indofal.top-me.com
 
Kisah Nabi Musa: Terbelahnya Laut Merah
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
subhannaallah wabihamdih :: muhammad rosulullah s.a.w :: muhammad rosullah s.a.w :: kisah para nabi-
Navigasi: